MEMBERI EKSTRIM MENERIMA EKSTRIM

MEMBERI EKSTRIM MENERIMA EKSTRIM – Sejak dahulu sampai hari ini, saya banyak menerima nasihat tentang keutamaan memberi. Sebagian besar nasihat yang disampaikan ke saya itu, disampaikan oleh orang yang salah. Yaitu orang yang meminta ke saya.

Andapun pasti begitu, sejak kecil banyak menerima nasehat tentang memberi dari orang yang salah juga, yaitu orang yang meminta sesuatu ke orang tua Anda. Mereka akan memberi nasehat “yang penting ikhlas, jumlah tidak penting”. Karena menyangkut jumlah pemberian ke mereka, bukan jumlah yang  bisa mereka memberi. Tentu sungkan kalau mengatakan “semakin banyak semakin bagus”.

Karena itu pula, meskipun di Al Quran dikatakan balasannya 700x, tetap saja dalam memberi kita berusaha menggunakan uang pecahan terkecil  yang ada di dompet. Kalau Anda merasa tidak memiliki uang, maka Anda merasa tidak perlu memberi. Secara logika, jika Anda percaya sampai ke bawah sadar bahwa kalau memberi mendapat balasan 700x lipat. Semakin tidak memiliki uang, Anda akan semakin perlu memberi supaya nanti bisa memiliki uang.  Faktanya ???

MEMBERI EKSTRIM MENERIMA EKSTRIM

Artinya bawah sadar Anda sebenarnya tidak percaya dengan apa yang ada di kitab suci itu. Karena yang mengajarkan bukan orang yang melakukan. Coba kalau yang mengajarkan itu orang yang mengalami, maka bawah sadar Anda akan mempercayainya. Bawah sadar jauh lebih pintar dari pikiran sadar. Karena itu bisnis Amway dimana yang banyak berperan adalah bawah sadar, pasti banyak yang gagal, meskipun masih tidak sebanyak bisnis konvensional yang kemungkinan keberhasilannya cuma 1%. Mereka masih mengerjakan bisnis dengan pikiran sadar, berusaha cari trik sana trik sini.

Lebih disayangkan lagi, mendefinisikan ikhlas itu jika tidak ada rasa apa apa. Pokoknya memberi saja. Jika ketika mau memberi itu penuh perhitungan ini itu, ragu ragu, dianggap tidak ikhlas. Akhirnya kita lebih mementingkan sedekah yang “tanpa rasa”. Tentu saja tanpa rasa saking sedikitnya bagi ukuran si pemberi. dan tidak banyak terjadi apa apa.

Saat ini ada yang mengajarkan sedekah ekstrim bisa mengubah kehidupan. Itu benar sekali, apapun yang kita kerjakan, yang sifatnya memberi ekstrim bisa dipastikan mengubah kehidupan kita. Jika yang dikerjakan  biasa biasa saja, hasilnya ya akan biasa biasa saja. Fakta sudah membuktikan, bahwa perubahan hidup apa saja dimulai saat kita berani melawan diri kita sendiri. Artinya keluar dari zona nyaman, artinya kita dalam kondisi ragu ragu mau melakukan apa tidak?, kemudian tetap melakukan.

MEMBERI EKSTRIM MENERIMA EKSTRIM

Mau memberi apa tidak ya ? kemudian Anda tetap memberi. Anda ragu ragu karena jumlah yang akan diberikan “tidak masuk akal” bagi Anda. Tetapi Anda tetap memberi. Maka disanalah perubahan itu akan terjadi. Dalam bahasa buku silat,  pintu langit terbuka untuk menata ulang nasib Anda.

Jumlah yang tidak masuk akal tentu berbeda beda. Bagi Antonny Robbins, yang tidak masuk akal itu adalah sebuah hot dog yang dia beli untuk makan malam dengan uang terakhirnya, yang dipandang terus oleh anak kulit hitam yang nampak lapar juga. Bagi Datuk Taher, mungkin itu angka 100 juta dollar. Ketika beliau salah menyebut siap menyumbang 100 juta dollar (1,4 trilyun), padahal maksudnya 1 juta dollar (14 milyar). Anthonny Robbin retap memberikan hot dog terakhirnya itu, dan itulah yg kemudian merubah Antonny dari zero ke hero, dari nothing ke something.

Dalam bidang apapun, mereka yang berani keluar dari batasan batasan dirinya itulah yang akan berhasil. Disebut titik kritis yang memunculkan MESTAKUNG (Semesta Mendukung). APAKAH ANDA BERANI KELUAR DARI KETERBATASAN ANDA ?? Atau Anda mengikuti dan menyerah saja pada kondisi Anda saat ini ??.

Saya sering mendengar _:”Nanti dok, kalau saya sudah punya uang saya akan . . .  dan  . . . “_. Saya hanya tersenyum saja karena itu tidak akan terjadi. Dia baru akan punya uang banyak, jika melakukan . . . dan . . . itu. Sementara orang lain sudah melakukan, dia baru akan melakukan kalau sudah punya uang. Lha kapan punya uangnya ? kan sudah mencoba puluhan tahun dengan cara lama untuk punya uang ? Toh nggak punya punya juga. Ini ada cara yang baru dan sudah terbukti,

nggak mau juga karena tidak punya uang 😁😁

Coba tanyakan pak Chozin, pak Rusmianto, Pak Yanto, pak Rochmat, pak Imam berapa uang yang mereka keluarkan di awal untuk beli produk, hadir ke seminar sampai ada bonus yang bisa menutupnya ?, mungkin sekarang beliau lupa saking sedikitnya (dibanding yang beliau terima saat ini). Tetapi saat itu, itu ada diantara keputusan iya dan tidak. Dan beliau memutuskan IYA. Itulah yang membuat perbedaan.

Saya tahu, karena saya ada disana saat itu.

Surabaya, 21 Maret 2019
Sigit Setyawadi

Share This

Share This

Share this post with your friends!