BAHAYA BERPIKIR POSITIF

BAHAYA BERPIKIR POSITIF – Anda mungkin sering membuat goal, entah di bidang penjualan, atau dibidang produksi, dan gagal.  Mentor atau boss anda  menyarankan untuk membuat goal lagi dan lagi. Kemudian gagal lagi dan lagi. Anda terus saja berpikir positif bahwa ini bisa dicapai, itu bisa dicapai. Tetapi lama kelamaan setiap membuat goal, ada bisikan di hati kecil _:”Apa bisa dicapai ya ? Sepertinya sama dengan yg kemarin”._ Kalau yang Anda lakukan itu bisnis pribadi dan Anda tidak punya boss disana, biasanya itu tanda tanda bisnis Anda segera berakhir. Apalagi kalau itu bisnis yg belum diterima sepenuhnya seperti bisnis networking. Kalau Anda punya boss, biasanya masih bertahan karena faktor takut kepada boss.

Kalau sudah begini, biasanya usaha berpikir positif justru menjadi racun bagi diri kita. Karena kegagalan demi kegagalan yang terjadi.

Pertanyaannya :”Mengapa gagal ? mengapa pikiran positif yang saya munculkan menyebabkan kegagalan ?”. Jawabannya sederhana, ada ketidak sinkron an antara pikiran sadar (berpikir positif/sukses) dan pikiran bawah sadar yang (mungkin) menginginkan kondisi sebaliknya.

Ini mirip kondisi keuangan Anda sekarang. Pikiran sadar berusaha mencari uang sebanyak banyaknya dengan mengembangkan usaha ini dan itu. Pikiran bawah sadar yang (aslinya) tidak menginginkan uang, akan mendorong Anda untuk menghabiskannya. Tiba tiba muncul kebutuhan aneh yang tidak bisa ditahan. Lantai ingin diganti, mobil ditambah, rumah perlu diperluas, pagar dipercantik dan sebagainya. Atau, bisnisnya digagalkan dengan segala cara.

Untuk mengatasi hal yang bertentangan itu, pikiran sadar dan bawah sadar perlu disinkronkan. Di grup wa BTD, CAA dst program utamanya sebenarnya mensinkronkan pikiran sadar dan bawah sadar itu.  Dengan serangkaian langkah :

  1. Mendengarkan 2 ATBS 21x di BTD, disusul ATBS-ATBS lain seperti menjadi SP, ATBS 1 milyar dsb di CAA.
  2. Acara Workshop, CAT, SIV yaitu perlunya berkumpul dan bergaul dengan orang sukses. Semakin sering dilakukan semakin bagus.
  3. Menghilangkan mental block, sampah emosi, materialisasi, hooponopono, menyelaraskan vibrasi dll yang diajarkan di Workshop. Karena ini sesuatu yang sulit diajarkan lewat WA. Teorinya mungkin bisa, tetapi prakteknya tidak mungkin.

Adi W Gunawan cerita bahwa Bill Gould, Ph.D., salah satu mentor beliau, selalu berpesan pada beliau, _”You have to challenge everything, including your own belief system or assumptions. That’s the key to quantum leap in personal growth and consciousness expansion”._ Artinya kita harus berani menantang atau mempertanyakan lagi hal hal yang selama ini secara membuta kita percayai (belief system) di semua bidang kehidupan kita. Karena semua itu berasal dari masukan orang lain yang akhirnya membentuk diri kita. Jika Anda sendiri merasa kurang puas dengan kehidupan saat ini. Untuk mendapatkan “lompatan besar”, harus berani menantang kembali hal hal yang kita percayai itu. Mana yang masih cocok kita pakai, yang kurang cocok kita tinggalkan. Di cocokkan dengan apa ? dengan tujuan hidup Anda yang sekarang.

Jalaludin Rumi mengatakan, kebenaran adalah selembar cermin di tangan Tuhan; jatuh dan pecah berkeping-keping. Setiap orang memungut kepingan itu, memperhatikannya, lalu berpikir telah memiliki kebenaran.  Apapun yang Anda anggap benar, SELALU ADA orang diluar sana yang menganggapnya salah. Jadi, ikuti saja Hukum Hukum Alam, hukum yang sudah terbukti berlaku di dunia ini. Sebagai orang yang beriman saya sangat percaya bahwa tiada daun jatuh dan debu terbang yang terjadi tanpa seijin Tuhan. Jadi apapun yang terjadi di dunia ini, entah menurut kita itu benar atau salah, baik atau jelek, Tuhan sudah mengijinkan itu terjadi. Sebagai manusia yang beriman, tidak pada tempatnya kita memprotesnya seperti yang banyak terjadi di luar sana saat ini.

Surabaya, 29 Maret 2019
Sigit Setyawadi

Share This

Share This

Share this post with your friends!